MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

EKONOMI

22/11/2016
Ditarget PAD Rp15 Miliar, Dishub Merasa Berat, Alasannya?
Kepala Dishub Balikpapan, Sudirman Djayaleksana bersama awak KPG saat meninjau Gedung Parkir Klandasan kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Target Pendapatan Asli Daerah atau PAD di Dinas Perhubungan pada 2017 mendatang naik 100 persen atau menjadi Rp15 miliar dari sekitar Rp7 miliar target PAD di 2016 ini. Kenaikan dari sektor retribusi yang dikelola Dishub itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi III DPRD Balikpapan hari ini (22/11).

Menanggapi naiknya target PAD, Kepala Dishub Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, angka Rp15 miliar itu merupakan akumulasi retribusi mulai dari parkir on street atau di jalanan , KIR hingga retribusi di pelabuhan speed dan klotok.

"Tadi diminta Komisi III supaya bisa ditingkatkan, ya memang cukup berat karena kita baru membangun sistem untuk parkir di jalan, sementara kenyataan di lapangan sudah dikuasai juru parkir liar selama bertahun-tahun," kata Sudirman.

Dishub telah melakukan kajian potensi parkir on street yang hasilnya bisa menyumbang PAD sekira Rp11 miliar. "Tapi ada syarat dan ketentuan untuk parkir on street itu, mulai dari peraturan parkir yang di dalamnya termaktub besaran tarif retribusi, hingga infrastruktur seperti mesin parkir dan rambu serta personel yang bertugas," bebernya.

Jika syarat dan ketentuan tadi terpenuhi, maka Sudirman meyakini target PAD yang diinginkan bisa tercapai. Sehingga di 2017 nanti Dishub berupaya persyaratan itu bisa secara bertahap dilaksanakan. Salah satunya dengan membuat draft Rancangan Peraturan Daerah tentang Perparkiran.

"Kita lagi buat draftnya termasuk juga naskah akademik. Mudah-mudahan tahun depan masuk di prolegda. Kalau untuk besaran tarif nanti bisa Peraturan Wali Kota," jelas Sudirman.

Dirinya juga merasa sulit untuk meningkatkan pendapatan retribusi di uji KIR kendaraan serta retribusi di tambat klotok serta speedboat. Pasalnya, terkait dengan jumlah kendaraan yang tetap serta besaran retribusi yang tidak berubah.

"Yang memungkinkan untuk penambahan PAD kita ya paling dari parkir tadi," pungkasnya. (Hendra En/BTV)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
Flash News
16/8/2018