MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

EKONOMI

06/12/2016
Jokowi : Ikut Tax Amnesty Mumpung Bayarnya Murah
Presiden RI Joko Widodo diwawancarai awak media usai dirinya menyosialisasikan Tax Amnesty dihadapan 3.000 lebih pengusaha se Kalimantan di Hotel Platinum Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Tekanan ekonomi global bukan sebuah masalah yang gampang diatasi, Bahkan banyak negara yang tingkat perekonominya jatuh dari 10 persen menjadi 6,5 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kwartal kedua 2016 tumbuh 5,18 persen atau tertinggi ketiga setelah Tiongkok dan India yang tergabung dalam negara G20.

Itu dikatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam forum dialog Tax Amnesty di Hotel Platinum Senin kemarin (5/12). "Semua negara berebut uang, berebut investasi dengan menyederhanakan perizinan. Kita juga sadar bahwa Indonesia ingin merebut investasi agar menjadi capital inflow atau aliran modal," kata Jokowi.

Presiden juga mengungkap ada kurang lebih Rp11.000 triliun uang milik pengusaha yang disimpan seperti di bank Swiss dan Singapura. Bahkan dirinya mengetahui nama-nama pengusaha termasuk kepala daerah yang menyimpan dananya di luar negeri. Hanya saja data tersebut tidak dibebernya.

"Jangan ditepuki, ini tidak baik. Kalau diperbolehkan akan saya buka datanya, tapi itu tidak boleh karena ada aturannya. Yang boleh hanya Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak," ucapnya saat hadirin bertepuk tangan.

Program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty (TA) di Indonesia merupakan terbaik di dunia. Berdasarkan deklarasi harta, TA di Indonesia lebih tinggi 30,88 persen dibandingkan negara Chili yang hanya 8,33 persen. Sementara uang tebusan mencapai Rp99,2 triliun. 

"Alhamdulillah amnesti pajak kita terbaik, tapi ini masih kecil. Repatriasi baru Rp143 triliun. Masih sangat kecil dan alhamdulillah berdasarkan tebusan sudah Rp99,2 triliun," syukur Jokowi.

Dirinya juga menjelaskan pada tahun 2018 akan ada keterbukaan informasi pajak antar negara. "Bapak ibu punya uang di Singapura ataupun di Swiss, maka kita akan tahu. 2018 nanti semua negara akan blak-blakan mengenai informasi pajak," ungkapnya.

"Sekarang ini saatnya terbuka, tapi kan ada amnesti pajak namun yang bayar tebusan masih sangat kurang sekali. Kita ini emang pemaaf sih. Jangan tepuk tangan kalau belum ikut amnesti pajak," seloroh Jokowi.

Sedangkan di Kalimantan, perkembangan amnesti pajak berdasarkan jumlah kepesertaan hanya mencapai 1,8 persen dari 1,3 juta Wajib Pajak Surat Pemberitahuan Tahunan.

"Yang ikut amnesti pajak hanya 28 ribu Wajib Pajak. Nah, tidak tepuk tangan kan," ujarnya sembari berkelakar.

Jokowi sebagai orang ketujuh yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ini juga mengajak pengusaha termasuk pejabat pemerintah daerah di Kalimantan untuk ikut amnesti pajak. Pasalnya, jika program amnesti pajak berakhir maka denda yang harus diterima pengusaha dan pimpinan daerah akan sangat tinggi.

"Mumpung uang tebusan sangat murah sekali ya silakan digunakan. Mumpung kita masih pemaaf, karena nanti setelah 31 Maret 2017, tiada maaf. Bayar apa adanya sesuai aturan," tegas suami Iriana ini.

Dana dari tebusan pajak itu akan dijadikan modal atau investasi pembangunan jangka pendek hingga jangka panjang. Terlebih APBN hanya sanggup Rp1.500 triliun dari kebutuhan hingga 2019 yang mencapai Rp4.900 triliun.

"Kita bangun pelabuhan besar tapi dari mana uangnya, kita baru membangun listrik 35 ribu MW, uangnya juga dari mana. Membangun rel kereta api di Kalimantan, bandara di lokasi tepencil, semuanya itu butuh anggaran dan APBN tidak memliki kemampuan menutupi semuannya," tegasnya lagi. (Hendra En/BTV)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
Flash News
23/10/2018