HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

POLITIK

23/05/2017
Rapimnas Golkar, Cawapres hingga Ancaman Perpecahan
Ketua Dewan Pertimbangan partai Golkar, Abu Rizal Bakrie

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Tidak hanya menguatkan dukungan untuk Joko Widodo mempertahankan kursi Presiden Republik Indonesia untuk dua periode. Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas partai Golkar di hotel Novotel yang resmi dibuka Senin malam tadi (22/5) juga membahas kriteria calon Wakil Presiden.

Ketua Dewan Pertimbangan partai Golkar, Abu Rizal Bakrie mengatakan, bahwa Rapimnas yang diikuti 668 peserta dari seluru utusan Golkar se Indonesia ini akan membahas kriteria calon Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

"Tentunya nanti Golkar mengusulkan nama, tapi kita belum tahu siapa. Yang pasti pembahasan kriteria ini belum menyebut nama calon, yang penting bisa memimpin Indonesia mendampingi Pak Jokowi," kata Abu Rizal Bakrie.

Politisi yang akrab disapa ARB ini juga melihat ada potensi kader internal Golkar yang dimajukan sebagai Cawapres. "Kenapa tidak, pasti ada prinsip mendahulukan kader internal karena regenerasinya terus berjalan. Kalau tidak ada baru kita lihat potensi lainnya. Saya kira wajar-wajar saja," lanjut ARB.

Bahkan, ARB juga berkali-kali mengingatkan kader Golkar peserta Rapimnas untuk tidak menggunting dalam lipatan. Sehingga menimbulkan kesan bahwa telah terjadi friksi di dalam tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Kita tidak boleh menafikan adanya suatu perbedaan. Apalagi di era demokrasi, jangan sampai perbedaan pendapat menimbulkan gesekan yang justru memecah belah partai Golkar," ucapnya.

ARB juga mengingatkan bahwa dirinya lebih berhak menjabat Ketua Umum partai Golkar sampai 2019. Namun ketika itu terjadi perpecahan sehingga ada dualisme partai Golkar yang satunya dipimpin oleh Agung Laksono.

Hingga akhirnya ARB mendorong untuk dilakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa yang terselenggara 7 Mei 2016 di Bali. "Maka saya bilang, kita adakan Munaslub untuk kembali menyatukan kader Golkar, dimana saya dan Agung Laksono tidak mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum," ingatnya.

Sehingga dirinya ingin Rapimnas yang kedua ini tidak berimplikasi kepada perpecahan lagi. "Mudah-mudahan kalau semua kader bersatu maka Rapimnas ini tidak akan berdampak negatif," harapnya. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .