HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

PERISTIWA

13/07/2017
Jokowi : Ini Rumah Murah, Lain Rumah Mewah
DI-ENDORSE PAK? - Presiden Joko Widodo tampak mengenakan jaket Fila usai meninjau rumah di Pesona Batuah. Sebanyak 500 unit sudah terbangun dari target 4 ribu rumah murah di lokasi ini. (en/btv)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Tidak hanya memberikan 1.535 sertifikat bidang tanah. Sehari di kota Balikpapan (13/7), Presiden RI Joko Widodo juga meninjau langsung proyek perumahan di Pesona Batuah Km 6, Balikpapan Utara yang masuk dalam program rumah murah.

Peninjauan ini dilakukan Jokowi dan didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. "Penjualan rumah murah ini tepat sasaran karena sudah dicek latar belakang pembelinya. Karena pembelian rumah murah ini kan disubsidi pemerintah, jadi si pembeli harus benar-benar masyarakat berpenghasilan rendah," kata Jokowi.

Peninjauan yang dilakukan Jokowi beserta rombongan tidak hanya dari luar saja. Suami Iriana ini juga masuk ke dalam rumah yang telah selesai dibangun.

"Memang membangun rumah murah ini untungnya kecil, developer tadi juga saya tanya dan mereka mengakuinya tapi kalau yang laku banyak kan untungnya jadi bertambah. Rumah murah ya jangan disamakan rumah mewah," ucapnya.

"Pembangunanya rumahnya pasti kita tambah, perkiraan BTN tahun ini mencapai 660 ribuan unit dan target kita memang harus terbangun sejuta rumah murah," lanjut Jokowi lagi.

Sementara dari segi kelayakan, Jokowi juga telah mendapat informasi langsung dari warga yang membeli. Meski masih ada beberapa infrastruktur penunjang yang harus dipenuhi seperti ketersediaan air untuk setiap rumah.

"Tadi yang melakukan akad saya tanya dan mereka sudah lihat langsung rumahnya serta menilainya baik. Nantinya kan jadi rumah tumbuh, bisa diperbaiki sendiri, bisa diperluas," ungkapnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno membisiki pegembang yakni Direktur PT Karyapama Marga Edy Djuwadi bahwa rumah yang dibangunnya masih belum layak. Rini pun meminta pengembang agar memperbaiki dan menambah fasilitas perumahan seperti ketersediaan air bersih.

"Saya ditegur tapi itu bukan salah kami, semua tergantung instansi terkait. Kalau fasilitas air lambat masuk, yang salah ya PDAM. Saya sudah ajukan tapi mungkin mereka terbentur dengan anggaran," jelas Edy Djuwadi.

Di perumahan Pesona Batuah sendiri sudah terbangun 500 unit dari 4 ribu unit rumah. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga yang sudah mendiami rumah itu juga direncanakan dibuatkan fasilitas sumur bor.

"Alhamdulillah dari 10 km pipa PDAM yang terpasang juga disalurkan untuk perumahan di sini. Kalau untuk listrik sudah tidak ada persoalan," ucapnya sembari menjelaskan kalau dirinya sudah berkonsultasi dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi terkait persoalan ini.

"Untuk persoalan air akan kita fasilitasi secepatnya karena kan tahu sendiri ketersediaan air baku untuk kota ini masih kurang. Nanti kalau waduk Teritip yang berkapasitas 200 liter perdetik sudah beroperasi pasti bisa juga untuk memenuhi kebutuhan warga di sini," ujar Rizal singkat usai melepas Jokowi menuju proyek Tol di Km 13. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .