HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

PERISTIWA

17/07/2017
WASPADA...!!! 2 Oknum Guru Ajarkan Paham Anti-Pancasila
Kepala Disdikbud kota Balikpapan, Muhaimin saat diwawancari awak media. Muhaimin menegaskan bahwa guru agama tidak diperbolehkan memberikan pemahaman radikal yang anti Pancasila kepada peserta didik. (Hendra En/BTV)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Akhir-akhir ini sangat santer isu mengenai penyebaran paham radikal. Bahkan ditengarai sampai masuk kepada peserta didik atau siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diajarkan oknum guru agama.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama akhirnya sepakat, jika ada oknum guru yang mengajarkan radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila agar segera melaporkan kepada Kementerian Agama.

"Nantinya oknum guru itu dipanggil dan tentunya diberikan pembinaan. Kalau ternyata tidak bisa juga maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengajar dan hanya ditempatkan di kantor Kemenag saja," kata Kepala Disdikbud, Muhaimin usai rapat pagi di Kantor Wali Kota Balikpapan (17/7).

Intinya, lanjut Muhaimin, tidak boleh ada guru yang membawa atau mengajarkan radikalisme ke peserta didik. "Memang ada 2 oknum guru agama yang mengajar di SMA/SMK dan SMP negeri yang menyebarkan paham itu. Sudah kita laporkan dan langsung ditarik oleh Kemenag," ungkapnya.

Terbongkarnya oknum guru yang mengajar dan menyebarkan radikalisme itu berdasarkan pantauan Kepala Sekolah dan juga informasi dari para murid yang mengindikasikan kegiatan itu. Tapi ada juga penelusuran dari aparat kepolisian.

"Jadi waktu kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian, memang ada oknum guru yang membawa paham itu," lanjut Muhaimin yang menjelaskan kalau Kemenag sekarang ini turut memantau kegiatan para guru agama di sekolah.

"Sehingga kami juga tidak kesulitan karena Kemenag turun langsung mengawasi. Tapi dari temuan Disdikbud sudah ada dua yang kami laporkan, yakni 2 oknum guru dari SMP dan SMA yang statusnya negeri," tukasnya.

Langkah antisipasi langsung dilakukan Disdikbud, salah satunya menyampaikan kepada Kepala Sekolah untuk memantau kegiatan mengajar para guru, hususnya pada saat kegiatan ekstrakurikuler. "Kadang kegiatan ekstra ini yang dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman radikal secara tidak langsung kepada para siswa," ucap Muhaimin.

Terlebih Indonesia pada 2020 mendatang diyakini mendapat bonus demografi. Dimana jumlah angkatan kerja termasuk pemuda lebih banyak 70 persen, sehingga bisa saja dimanfaatkan oknum tertentu untuk menanamkan doktrin radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila.

"Belum ada dampak secara langsung tapi pemahaman itu 'meracuni' pola pikir. Remaja terutama pelajar SMP itu rentan dimasuki aliran yang belum saatnya mereka harus terima," jelasnya.

Bahkan sebelumnya Disdikbud telah mengeluarkan larangan para guru agama terutama yang berstatus Aparatur Sipil Negara atau ASN untuk tidak mengikuti aksi 411 dan 212 di Jakarta tempo lalu. Namun larangan itu rupanya tidak diindahkan.

"Artinya kan sudah ada indikasi bahwa oknum guru itu tidak taat terhadap ketentuan sebagai ASN sehingga kita ultimatum dan sudah kita laporkan ke Kemenag. Jadi rata-rata guru yang dari sana sudah ditarik dan tidak mengajar lagi," pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Kemenag kota Balikpapan, Hakimin Pattang membenarkan adanya oknum guru yang mengajarkan radikalisme. "Memang ada juga dari luar, malah mereka menawarkan diri ke sekolah untuk mengajar agama tanpa dibayar. Ternyata ujung-ujungnya menyebarkan paham itu ke siswa," ucapnya.

Sehingga Kemenag memberikan pembinaan dan meminta agar para guru agama mengajar secara optimal dan sesuai dengan kompetensi. Termasuk Kepala Sekolah yang diharuskan tidak mudah menerima begitu saja tawaran mengajar agama dari oknum lain.

"Masuknya paham terlarang itu melalui internal dan eksternal sekolah. Sasaranyya ya siswa dengan memberikan materi agama lalu mencekoki paham yang bertentangan dengan nilai-nila Pancasila," tutupnya. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .