HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

PERISTIWA

17/07/2017
Oknum Guru Ajarkan Anti-Pancasila, Thohari : Tindak Tegas!
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Thohari Aziz

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Adanya dua oknum guru agama yang mengajarkan radikalisme dan anti-Pancasila telah diketahui DPRD Balikpapan. Bahkan Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Thohari Aziz ingin oknum guru yang terbukti melakukan indoktrinasi radikalisme itu diproses secara hukum dan peraturan yang berlaku. Mengingat keduanya merupakan guru yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara alias ASN yang digaji oleh negara.

"Kalau mereka seperti itu ya mending tidak usah menjadi pegawai negeri. Kan mereka digaji negara untuk melaksanakan kurikulum pendidikan yang telah dirumuskan. Kalau mereka sudah mengajarkan pendidikan radikalisme ya segera saja aparat untuk bertindak tegas," kata Thohari Aziz yang ditemui sebelum rapat paripurna (17/7).

Tidak hanya itu, Thohari juga ingin agar dilakukan rejuvenasi atau memurnikan kembali serta merevitalisasi nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, saat ini pemahaman Pancasila sudah kurang direfleksikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

"Tidak hanya diajarkan ke peserta didik tapi lakukanlah juga refreshing kepada para pendidik untuk merefleksi nilai-nilai luhur Pancasila. Adakan pertemuan untuk menanamkan itu, tidak hanya kepada ASN saja tapi juga ke perangkat yang lainnya. Termasuk sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan," ungkapnya.

4 Konsensus yang dimaksud yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. "Ini sangat penting karena arus informasi kini kian deras. Bahkan informasi yang tersebar di soslal media harus benar-benar disaring kesahihannya," ucap Thohari yang meyakini peredaran informasi itu belum tentu kebenarannya.

"Pancasila itu sudah menjadi falsafah dasar yang final, artinya semua komponen bangsa wajib mengamalkan falsafah itu. Apalagi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa yang beragam agama, suku, bahasa bahkan hingga warna kulit namun sepakat sebagai satu Indonesia," tegasnya.

Sehingga mana kala ditemukan adanya paham yang bertentangan dengan Pancasila maka dikembalikan kepada hukum di Indonesia. "Ini namanya Law Enforcement atau menerapkan hukum yang berlaku. Ya, harus ditegakan," ucap Thohari yang menginginkan oknum guru itu juga diberi pembinaan. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .