HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

POLITIK

02/08/2017
BREAKING NEWS...!!! Repdem Kaltim Polisikan Waketum Gerindra
Wakil Ketua Repdem Kaltim, Andi Misran sebagai pelapor memperlihatkan surat laporan yang akan dimasukan ke Polda Kaltim. Sebelahnya, Ketua Repdem Kaltim, Ronald Stephen. (Hendra En/BTV)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Lontaran Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Arief Pouyono bahwa "Wajar PDI Perjuangan disamakan dengan PKI karena sering buat lawak politik dan nipu rakyat", akhirnya berbuntut panjang. Kali ini, Relawan Perjuangan Demokrasi atau Repdem Kaltim melaporkan orang kepercayaan Prabowo Subianto itu ke Polda Kaltim.

"Statemen yang dilontarkan Arief Pouyono dan terbit di beberapa media online nasional itu menyakitkan hati kami dan selaku kader partai, kami pun merasa dihina, dilecehkan, sehingga kami membuat laporan ke kepolisian agar Arief Puoyono diproses secara hukum," kata Ketua Repdem Kaltim, Ronald Stephen di DPC PDI Perjuangan Balikpapan (2/8).

Repdem Kaltim melaporkan Arief Puoyono dengan kasus pencemaran nama baik, termasuk penyebaran ujaran kebencian terhadap PDI Perjuangan. "Kami melaporkan Arief Puoyono dengan pasal 156, pasal 310 dan 311 KUHP serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Juga Undang-Undang tentang Penghapusan Diskriminasi," paparnya didampingi Wakil Ketua Repdem Kaltim, Andi Misran yang bertindak sebagai pelapor.

Laporan kasus pencemaran nama baik itu tidak hanya dilakukan oleh Repdem Kaltim saja, tetapi juga massif di beberapa daerah seperti di Riau, Jambi, Jawa Timur hingga Maluku. "Demi kewibawaan partai maka berdasarkan instruksi DPN Repdem, kami tetap akan melaporkan beliau. Apalagi Arief Puoyono termasuk pimpinan pusat yang ibaratnya jenderal di partai Gerindra sehingga harus benar-benar menyadari pernyataanya itu," tegas Ronald yang menggarisbawahi bahwa PDI Perjuangan berideologikan Pancasila dan tidak ada sangkut pautnya dengan Komunisme.

"Mungkin saja ucapan itu terlontar karena galau menghadapi pesta demokrasi 2019. Terlebih dengan adanya ambang batas 20 persen untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Kalau Gerindra punya basis massa, ya seharusnya Arief Puoyono tidak ragu dan galau," pungkasnya.

Wakil Ketum Gerindra Minta Maaf

Sementara Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Arief Puoyono telah meminta maaf secara tertulis kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan seluruh kader partai berlambang banteng tersebut. Dalam surat tertanggal 1 Agustus 2017 dan dibubuhi tanda tangan serta bermaterai itu, Arief menyatakan tidak ada maksud menyamakan PDI Perjuangan dengan PKI.

"Tidak benar PDI Perjuangan adalah PKI serta menipu. Sebab, PDI Perjuangan adalah partai yang berlandaskan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan bekerja serta memperjuangkan rakyat Indonesia untuk kemakmuran bangsa dan negara," bunyi surat pernyataan maaf dan klarifikasi Arief Puoyono. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .