HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

EKONOMI

09/08/2017
Nelayan Ogah Melaut, Ikan Jadi Mahal

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Agustus oleh para nelayan biasanya dikenal dengan bulannya musim angin selatan. Di bulan ini angin berembus cukup kencang dan membuat gelombang tinggi sehingga nelayan berkapal kecil dan sedang tidak berani melaut.

Tak ayal, kondisi ini membuat harga sejumlah ikan laut di mengalami kenaikan. "Iya, ikan naik lagi harganya. Kakap aja sekarang saya jual 60 ribu. Biasanya 50 ribu rupiah aja per kilogram," kata Juliansyah, pedagang ikan di pasar Pandansari (9/8).

Musim angin selatan ini menurutnya hanya dikenal di perairan teluk Balikpapan saja. Juliansyah pun harus mendatangkan ikan dari Kutai Timur bahkan hungga kota Makassar di Sulawesi Selatan agar ia bisa berjualan.

"Ada juga ikan dari Berau seperti Bandeng. Saya jualnya satu kilonya 25 ribu karena mahal diongkos antar. Biasanya sih jual 12 ribu Rupiah. Kalau Bandeng lokal harganya juga sama tapi lebih segar," ungkapnya.

Ikan Tongkol juga mengalami kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. "Kalau sudah begini, jadi sepi pembeli. Omset aja menurun, yang biasanya bisa terkumpul Rp5 juta, dapat Rp2 juta aja sudah syukur," keluh Juliansyah yang belasan tahun jualan ikan.

Naiknya harga ikan laut juga dikeluhkan pengunjung pasar Pandansari. Syamsiah bahkan merasa uangnya untuk berbelanja menjadi kurang karena komoditas laut yang mahal.

"Ini belanja ikan Bandeng dan Sepat. Huft, harga naik, beban jadi tambah berat. Belanja Rp150 biasanya cukup untuk 4 hari, sekarang paling 2 hari sudah habis," ucapnya sembari menghela napas.

Selain ikan laut, harga komoditas lainnya cenderung stabil. Daging sapi masih bertahan di Rp120 ribu per kilogram. Begitu pula dengan ayam potong yang berada di kisaran Rp38 ribu per ekor. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .