HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

FEATURE

23/08/2017
The NextDev, Ajak Start Up Kompetisikan Aplikasi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Pembuatan aplikasi atau start up rupanya cukup digemari oleh kalangan anak muda. Hanya saja karena idealisme tinggi, aplikasi yang dibuat kerap hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri alias belum bisa menentukan pasar.

Itu dikatakan General Manager Sales Regional Kalimantan, Mulya Budiman di tengah roadshow The NextDev 2017 yang pada tahun ketiga ini digelar di kota Balikpapan dan melibatkan sekirar 125 peserta.

"Kita mencoba mengarahkan anak muda yang mampu membuat aplikasi, syukur-syukur aplikasinya itu bermanfaat bagi kotanya atau bahkan bagi Indonesia," kata Mulya Budiman dan dalam pertemuan ini peserta juga tidak diajarkan secara spesifik mengenai pembuatan start up.

"Kalau spesifik seperti coding aplikasi, peserta ini lebih jago, tapi kita coba tumbuhkan kepercayaan diri mereka untuk membuat aplikasi yang mandiri dan tentunya bermanfaat bagi orang banyak," lanjutnya.

Saat ini juga banyak istilah Smart City yang disematkan kepada suatu kota. Sehingga pembangun atau developer start up juga dituntut untuk bisa membuat aplikasi yang bisa membantu kerja-kerja pemerintah atau pun masyarakat umum.

"Ini juga bagian dari komitmen kami untuk membantu mengembangkan kreativitas anak muda Indonesia di bidang aplikasi start up. Komitmen ini mungkin tidak dimiliki operator lainnya," ucap Mulya.

"Anak muda ini tipikalnya berbeda-beda. Ada yang sangat kreatif, ada pula yang kreatifnya biasa saja. Ada yang punya ide kreatif tapi malu mengeksplorasinya. Makanya kita encourage mereka hingga hasilnya berupa karya nyata," jelasnya.

The NextDev yang telah berlangsung sejak 2015 ini, para peserta terbagi dalam 4 kategori aplikasi digital diantaranya Kesehatan, Pendidikan, Transportasi dan Pertanian. Bahkan pada The NexDev tahun sebelumnya ada 2 aplikasi untuk pertanian yang dikembangkan di Garut dan Lampung.

"Nama aplikasinya Eragano dan Habibie Garden. Khusus untuk Eragano, Telkomsel membantu petani memasarkan hasil kebun mereka agar bisa langsung masuk supermarket tanpa melalui tengkulak sehingga harganya bisa lebih baik dan produk tani yang dipasarkan juga organik," ungkap Mulya bahwa The NextDev juga merupakan wadah developer aplikasi untuk berkompetisi.

"Dengan mengikuti kompetisi ini, mereka diajak untuk ikut memberikan solusi kemudahan bagi masyarakat melalui aplikasi yang mereka ciptakan," terang Mulya dan pada program tahun lalu ada 2 finalis asal Kaltim.

"Nama aplikasinya Denim Club, aplikasi panduan fashion yang menghubungkan penjahit lokal dengan customer dan itu yang membuat anak muda Balikpapan dan aplikasi Tambakku dibuat oleh finalis dari kota Samarinda," paparnya. Tambakku merupakan aplikasi untuk monitorin ikan dibekas kolam tambang.

"Di Samarinda kan banyak kolam bekas tambang, jadi itu dimanfaatkan untuk berternak ikan. Hanya saja proses pemeliharaan hingga perkembangbiakan ikan dipantau melalui aplikasi," terang Mulya yang nantinya Telkomsel juga membantu mempertemukan pembuat aplikasi dengan investor.

"Sudah ada beberapa yang sudah dikomersilkan, ada pula yang sedang dibangun. Kan belum tentu aplikasi yang dibuat secara market bisa smooth, baik demand maupun investor," paparnya.

Aplikasi yang baik dibuat oleh anak muda yaitu bersifat utilities seperti bank sampah online atau pengaturan lampu lalu lintas. "Ketimbang membuat media sosial yang pasti sudah ketinggalan jauh dengan aplikasi seperti Facebook dan Instagram," saran Mulya. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .