HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

EKONOMI

25/08/2017
Blakblakan! Soroti Era Baru Infrastruktur Kaltim

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Infrastruktur Kalimantan Timur yang masih tertinggal dengan daerah lain, menjadi pembahasabn utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digagas Aliansi Jurnalis Independen bersama Bank Mandiri (25/8). FGD menghadirkan narasumber utama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Rusmadi Wongso yang memaparkan bahwa Kaltim selalu menempati ranking 3 dan 4 untuk tujuan investasi.

"Namun realisasinya sulit terwujudkan, investor sulit masuk karena persoalan infrastruktur mulai dari jalan hingga ketersediaan energi yang belum memadai. Faktanya selama 2 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Kaltim ini negatif. Bahkan pada 2016 kemarin, Kaltim menjadi satu-satunya provinsi yang pertumbuhan ekonominya negatif se Indonesia," beber Rusmadi.

Sehingga, lanjut Rusmadi, sudah seharusnya dilakukan produksi hilir. Barang mentah hasil bumi mulai dari migas, batubara hingga perkebunan di Kaltim tidak lagi seluruhnya dikirim ke luar negeri.

"Dahulu kita selalu ekspor ke China, ke India. Akhirnya ketika ada pembatasan dari pemerintah pusat, ekonomi Kaltim menjadi lemah walau untuk Indonesia ekonominya tumbuh 5 persen," ucapnya yang menyayangkan sektor migas dan batubara saat ini belum mampu berkontribusi lebih.

"Kalau seperti itu, ekonomi di Kaltim bisa kolaps. Jadi, harus ada terobosan industri hilir dan kuncinya ada di jaminan infrastruktur. Tidak sekadar kecukupan pangan dan energi tapi juga jangan melulu terpaku di ekspor barang mentah," tegasnya.

Untuk itu, sejak 9 tahun lalu Pemprov Kaltim telah mendesain proyek infrastruktur mulai dari jalan, jembatan hingga pembangunan bandara yang terkoneksi. Pasalnya, biaya tinggi juga dipengaruhi sistem transportasi yang kurang baik.

"Perbaikan sumber ekonomi dikembangan dengan pola kawasan industri. Makanya Pemprov Kaltim memutuskan ada 8 kawasan diantaranya ada di Kariangau Balikpapan dan di Buluminung Penajam Paser Utara," ungkap Rusmadi dan kota Samarinda kebagian kawasan industri jasa sedangkan kota Bontang untuk Petrokimia.

Sementara menurut Ketua Apindo Kaltim, Slamet Brotosiswoyo, ada 2 infrastruktur yang harus terpenuhi dalam membangun perekonomian di Kaltim diantaranya infrastruktur fisik dan infrastruktur sosial.

"Kami sebagai pengusaha sudah bisa melihat infrastruktur yang bermanfaat baik jangka pendek hingga jangka panjang, dan Kaltim sulit mempunyai daya saing karena biaya logistik di sini sangat besar," terang Slamet yang melanjutkan bahwa proyek infrastrukur juga menjadi modal untuk menciptakan lapangan kerja.

"Untuk membangun industri hilir, kuncinya ya di infrastruktur yang memadai. Negara luar bisa maju karena peranan industri hilirnya sudah ditopang infrastruktur yang mumpuni. Tidak bisa sekadar hilirisasi tanpa mengedepankan infrastruktur, misalnya jalan lintas provinsi yang masih belum mulus," jelasnya.

Kemudian Area Head Bank Mandiri Balikpapan, Puji Heru memaparkan, bahwa infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan internasional di Kariangau masih belum cukup menunjang jika dibandingkan dengan potensi sumber daya yang ada di Kaltim.

"Walau pembangunan Bandara Samarinda Baru atau BSB dan bandara di pulau Maratua, Kabupaten Berau diyakini mampu membangun perekonomian dari sektor transportasi, jasa dan wisata di Kaltim," sebutnya optimistis mengingat juga ada pembangunan jalan tol Balikpapan dan Samarinda dan jembatan tol Balikpapan-PPU yang masih tahap perencanaan.

"Mengingat strategisnya Kaltim sebagai gerbang masuk barang dan jasa, maka Bank Mandiri telah berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur dengan menggelontorkan bantuan pembiayaan yang sudah mencapai Rp250 miliar pada tahun ini," tutur Puji yang mengungkapkan aset Bank Mandiri secara nasiona mencapai Rp900 triliun dan sampai semester 1 tahun 2017 ini mencetak laba Rp9,5 triliun.

FGD dengan tema "Menyongsong Era Baru Infrastruktur Kaltim" di hotel Novotel ini juga menghadirkan narasumber Ketua Ikatan Arsitektur  Indonesia Balikpapan Wahyullah Bandung, Comercial Banking Head Bank Mandiri Balikpapan Machmuddin serta Analis Ekonomi KPw BI Kaltim Wahyu Baskara Santoso. (en/btv)


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .