MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
HOME | PERISTIWA | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | FEATURE | PROGRAMS | TENTANG KAMI | KARIR

POLITIK

24/02/2019
Hetifah
Hetifah bersama Kadisporapar Kota Balikpapan Oemy saat mengisi acara Sosialisasi RUU tentang Ekonomi Kreatif di Balikpapan sabtu 23 Februari 2019

PROKAL.CO,  

BALIKPAPAN. Rancangan Undang-undang tentang Ekonomi kreatif saat Ini sedang dalam proses pembicaraan tingkat 1 antara DPR RI yang diwakili oleh Komisi X DPR RI dengan pemerintah, yang melibatkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai lembaga yang saat ini menangani bidang ekonomi kreatif.

Dalam rangka mendapatkan masukan terkait penyempurnaan RUU Ekraf ini maka dilaksanakan Sosialisasi Rancangan Undang-undang tentang Ekonomi Kreatif, Sabtu (23/02) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan.

Acara yang dihadiri oleh tak kurang dari 200 orang pelaku dan penggiat ekraf Balikpapan ini, menghadirkan narasumber Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Sani Ghazali (Ketua harian forum ekonomi kreatif Balikpapan), dan Sabaratua Tampubolon, (Direktur Harmonisasi dan Regulasi Bekraf RI).

Hetifah Sjaifudian dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Balikpapan sebagai gudangnya kreatifitas harus terus didorong dengan kebijakan-kebijakan yang memberikan iklim Ekraf yang kondusif dan tepat sasaran.

"Acara ini untuk menggali masukan-masukan yang original dari pelaku dan penggiat ekonomi kreatif Balikpapan", terang legislator dapil Kaltim ini.

Hetifah juga menyampaikan bahwa Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggungjawab mengembangkan ekosistem ekraf. Pengembangan ekosistem ekraf diantaranya dilakukan melalui: riset, pendidikan, permodalan, infrastruktur, pemasaran, hak kekayaaan intelektual, dan lain sebagainya.

"Jika seluruh stakeholder baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi dan seluruh lapisan masyarakat bersatu padu, saya yakin pengembangan ekraf akan lebih maksimal", ujarnya.

Sementara itu Sabaratua menjelaskan terdapat 16 subsektor ekonomi kreatif, diantaranya arsitektur desain interior, film dan animasi, disain produk, kuliner, musik.

"Secara nasional sub sektor kuliner menduduki subsektor tertinggi yang berkontribusi terhadap PDB, kamudian fashion dan kriya", jelasnya.

Arah pengaturan RUU Ekraf adalah agar pengembangan Ekraf turut dalam pembangunan berkelanjutan, memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap digital crime dan digital fraud.

"Tak kalah penting adalah pemerataan dan penguatan infrastruktur ekraf serta memperhatikan pengembangan industri 4.0", paparnya.

Sementara itu Sani Ghozali, menyampaikan bahwa pola pikir masyarakat harus dirubah dalam memandang bahwa kriteria sukses yang selalu identik dengan menjadi karyawan.

"Kategori sukses adalah orang yang memiliki soft skill. Bukan hanya manjadi karyawan, tapi creative preneur", jelasnya.


BACA JUGA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
Flash News
21/5/2019